Kadin Apresiasi Gaya Kepemimpinan Prabowo, Dinilai Berani Ambil Terobosan dan Cepat Bertindak

Jakarta, NationalPostId – Kalangan dunia usaha memberikan apresiasi terhadap arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memiliki visi jangka panjang, strategi yang jelas, serta kemampuan mengeksekusi berbagai program prioritas secara cepat.

Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady, dalam pertemuan Presiden dengan jajaran pengurus Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).

James menilai berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah tidak hanya dirancang untuk menjawab tantangan global saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi posisi Indonesia dalam jangka panjang.

Menurutnya, arah kepemimpinan Presiden Prabowo memperlihatkan keseimbangan antara strategi menghadapi tantangan dan upaya memanfaatkan peluang pembangunan.

“Kepemimpinan Bapak sangat visioner, sangat strategis, dan sangat jelas. Baik dari sisi defensif maupun ofensif,” ujar James Riady.

Ia juga menyoroti keberanian Presiden dalam menjalankan berbagai agenda transformasi secara bersamaan. Menurut James, tidak banyak pemimpin yang memiliki keberanian mengambil langkah-langkah besar sekaligus, terutama ketika dihadapkan pada dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Selain memiliki visi yang kuat, James menilai pemerintahan Prabowo menaruh perhatian besar terhadap implementasi kebijakan. Ia menyebut keberhasilan menjaga stabilitas harga energi bersubsidi di tengah situasi dunia yang penuh tantangan menjadi salah satu bukti fokus pemerintah pada hasil nyata.

“Yang paling menonjol adalah fokus pada eksekusi. Kecepatannya terlihat dari berbagai program seperti swasembada pangan, ketahanan energi, dan kemampuan menjaga tarif listrik subsidi maupun harga LPG 3 kilogram tetap stabil,” kata James.

Dalam kesempatan tersebut, James mengapresiasi sejumlah program strategis pemerintah, antara lain swasembada pangan, penguatan ketahanan energi, hilirisasi industri, pembangunan perumahan rakyat, reformasi pendidikan kedokteran, hingga pembentukan Danantara.

Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan yang tidak hanya visioner, tetapi juga pragmatis dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional. James juga menilai diplomasi ekonomi Presiden Prabowo telah meningkatkan kepercayaan perusahaan-perusahaan teknologi global terhadap Indonesia.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memperoleh akses terhadap teknologi strategis sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.Ia turut memberikan apresiasi terhadap pembentukan Danantara yang dinilai dapat menjadi instrumen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam membangun perekonomian nasional.

“Danantara merupakan instrumen yang tepat untuk mewujudkan Indonesia Incorporated. Pemerintah memang harus memimpin dengan kuat, dan saya melihat Danantara adalah jalannya,” ujarnya.

Menutup pandangannya, James menyebut gaya kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai entrepreneur presidency, yakni kepemimpinan yang memadukan visi, keberanian mengambil keputusan, serta orientasi kuat pada pelaksanaan program.

Ia juga mengajak pemerintah dan dunia usaha mempersiapkan strategi nasional menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan robotika agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, melainkan juga mampu menjadi pencipta inovasi menuju Indonesia Emas 2045.