Prabowo: Kemandirian Pangan Jadi Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Gejolak Dunia
Jakarta, NationalPostId – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama untuk memperkuat ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin tidak menentu.
Menurutnya, kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangannya sendiri menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri pertemuan dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan bahwa situasi geopolitik dan ekonomi dunia saat ini penuh ketidakpastian sehingga setiap negara harus memperkuat ketahanan nasional dari sektor yang paling mendasar, yaitu pangan.
“Kalau kita tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, maka kita akan sangat rentan menghadapi gejolak global. Karena itu, swasembada pangan adalah prioritas utama pemerintah,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa pemerintah terus mempercepat berbagai program strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
Langkah tersebut meliputi perluasan lahan pertanian, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga penguatan peran petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk menjadi negara yang mandiri dalam sektor pangan.
Dengan potensi lahan yang luas, iklim tropis, serta kekayaan sumber daya alam, Indonesia dinilai mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri bahkan berpeluang menjadi lumbung pangan dunia apabila dikelola secara optimal.
“Kita memiliki semua modal untuk menjadi bangsa yang mandiri. Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja keras, disiplin, dan keberanian mengambil langkah-langkah strategis,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengajak dunia usaha untuk berperan aktif mendukung agenda swasembada pangan melalui investasi, inovasi, dan pengembangan industri pertanian. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta akan mempercepat terwujudnya sistem pangan nasional yang kuat, modern, dan berkelanjutan.
Selain memperkuat ketahanan pangan, Prabowo menekankan pentingnya menjaga optimisme nasional di tengah dinamika global. Ia meyakini Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia apabila mampu memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki secara efektif.
“Saya optimistis Indonesia akan mampu melewati berbagai tantangan global. Dengan persatuan, kerja sama, dan semangat membangun, kita dapat mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” kata Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden kembali mengingatkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut kedaulatan bangsa.
Oleh karena itu, pemerintah akan terus menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan nasional guna memastikan Indonesia mampu menghadapi berbagai ketidakpastian global dengan lebih kuat dan percaya diri.

