Presiden Prabowo: Indonesia Mampu Bangkit dengan Kemandirian Energi, Industri, dan Pertahanan
Malang – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia mulai menunjukkan kemajuan nyata di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, industri hingga pertahanan. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan nasional.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).Presiden mengungkapkan, pemerintah berhasil menghidupkan kembali proyek pengembangan salah satu blok gas terbesar di kawasan yang sempat mangkrak selama 28 tahun. Selain itu, Indonesia juga menjadi negara pertama di dunia yang berhasil memproduksi bahan bakar B50 berbasis kelapa sawit.
“Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita setelah 28 tahun mangkrak, kita hidupkan. Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit,” ujar Presiden.
Menurut Presiden, keberhasilan memproduksi B50 telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional karena mampu mengurangi ketergantungan pada impor solar.Untuk memperkuat kemandirian energi, pemerintah juga akan mempercepat pengembangan bioetanol. Presiden mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bahan bakar campuran etanol hingga E20, meski saat ini baru memiliki satu pabrik bioetanol.
Karena itu, Presiden memutuskan pemerintah akan membangun sedikitnya 30 pabrik bioetanol, bahkan jumlahnya bisa ditingkatkan menjadi 50 pabrik.
“Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20, butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia tidak bisa? Indonesia bisa,” tegasnya.
Di sektor industri, Presiden juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia segera memiliki kendaraan bermotor listrik hasil karya anak bangsa. Langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan ekosistem industri otomotif nasional.
“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” kata Presiden.
Sementara di bidang pertahanan, Presiden menilai industri pertahanan dalam negeri terus menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Produk-produk buatan nasional kini telah digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Polri.Presiden bahkan mencontohkan keberhasilan prajurit Indonesia yang mampu meraih juara dalam kompetisi menembak internasional menggunakan senjata produksi dalam negeri.
“Menang 12 kali berturut-turut dalam pertandingan mereka. Yang bikin peraturan mereka, wasitnya mereka. Karena teknik-tekniknya mereka, tapi kita menang 12 kali. Pakai senjata buatan anak-anak Indonesia, senapan serbu dari kita, pistol dari kita,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan optimisme dalam membangun bangsa. Dengan kerja keras, kepemimpinan yang kuat, serta keberanian memanfaatkan potensi sendiri, Indonesia diyakini mampu menjadi negara yang maju dan makmur.
“Kita optimis, kita canangkan cita-cita kita setinggi langit. Indonesia akan jadi negara makmur. Kita tidak mau bodoh lagi. Kita ramah dibilang lemah. Kita baik dibilang bodoh. Kita bersahabat, siapa pun yang mau datang ke Indonesia, monggo. Kita ini bangsa yang ramah, tapi sekarang kita mau jadi bangsa yang bangkit,” tandas Presiden.

